Hari Ketiga Pencarian KM Arupadatu 1, Polri Kerahkan 59 Personel

Terkini 10 Sep 2026 20:38 • 4 min read • 67 views • By Fahrul
Hari Ketiga Pencarian KM Arupadatu 1, Polri Kerahkan 59 Personel
Polri terus mengoptimalkan pencarian 8 orang yang hingga kini masih dalam pencarian setelah kapal cepat KM Arupadatu 1 dilaporkan hilang kontak di Selat Sunda. (Arsip Foto Polri).

BANTEN (CNPost) – Upaya pencarian terhadap delapan orang yang masih hilang setelah KM Arupadatu 1 dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten, terus diperluas.

 

Memasuki hari ketiga operasi SAR, Polri mengerahkan sedikitnya 59 personel untuk memperkuat pencarian bersama tim SAR gabungan. Operasi di lapangan dipimpin langsung oleh Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Eko Hartanto.

 

Kombes Pol Eko bahkan turun langsung ke tengah laut menggunakan KP Sanjaya-7017 untuk memantau dan mengendalikan proses pencarian.

 

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, Polri terus mengoptimalkan seluruh kekuatan yang tersedia untuk menemukan delapan orang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

 

“Memasuki hari ketiga, Polri terus mengoptimalkan pencarian delapan orang yang masih dalam pencarian setelah KM Arupadatu 1 hilang kontak. Sedikitnya 59 personel Polri dikerahkan,” kata Trunoyudo.

 

KP Sanjaya-7017 sendiri telah terlibat dalam operasi sejak hari kedua dan kembali dikerahkan pada hari ketiga. Kapal tersebut menyisir wilayah perairan yang diperkirakan menjadi lokasi keberadaan KM Arupadatu 1.

 

Sekitar pukul 08.00 WIB, KP Sanjaya-7017 bergerak bersama KN SAR Tetuka menuju kawasan perairan sekitar Gunung Anak Krakatau setelah seluruh personel mengikuti briefing.

 

Dalam operasi tersebut, KP Sanjaya-7017 membawa 36 personel yang terdiri atas 27 awak kapal, lima personel Ditpolairud Polda Banten, dua personel Basarnas serta dua awak media.

 

Sementara itu, tiga personel Ditpolairud Polda Banten ditempatkan di KN SAR Tetuka untuk membantu memperkuat operasi pencarian.

 

Wilayah Pencarian Mencapai 2.483 NM²

 

Basarnas Banten membagi wilayah pencarian hari ketiga menjadi enam sektor dengan luas keseluruhan mencapai 2.483 nautical mile square (NM²).

 

KP Sanjaya-7017 melakukan penyisiran di sektor B yang terbagi menjadi delapan sub-sektor, yakni B1 sampai B8. Sedangkan KN SAR Tetuka bertugas di sektor C yang juga terbagi menjadi delapan sub-sektor, C1 sampai C8.

 

Pembagian sektor dilakukan agar proses penyisiran dapat berlangsung secara sistematis dan meminimalkan kemungkinan adanya wilayah yang terlewat.

 

Tim SAR mempertimbangkan berbagai faktor dalam menentukan pola pencarian, termasuk posisi terakhir kapal, arah angin, arus laut, kondisi gelombang, cuaca serta informasi yang berkembang di lapangan.

 

Selain mencari korban, petugas juga mengamati kemungkinan adanya bagian kapal, perlengkapan keselamatan, benda-benda yang berkaitan dengan KM Arupadatu 1 maupun petunjuk lain yang dapat membantu menemukan lokasi kapal dan para korban.

 

Operasi hari ketiga melibatkan lebih dari 280 personel gabungan. Mereka berasal dari Polri, Basarnas, TNI, Bakamla, KSOP, BPBD, potensi SAR, nelayan, masyarakat, media hingga keluarga korban.

 

Sejumlah sarana juga dikerahkan, di antaranya kapal SAR, kapal patroli, RIB, dukungan udara, drone thermal, peralatan medis, komunikasi serta kendaraan pendukung di darat.

 

Cuaca Menjadi Tantangan

 

Pencarian berlangsung di tengah kondisi cuaca dan laut yang cukup berat. Di sejumlah wilayah, cuaca dilaporkan berawan tebal hingga berkabut dengan kecepatan angin sekitar 15 knot.

 

Tinggi gelombang juga dilaporkan mencapai 2,5 hingga 4 meter di beberapa wilayah operasi.

 

Selain kondisi laut, luasnya wilayah pencarian, perubahan arus serta keberadaan kawasan Gunung Anak Krakatau menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR.

 

Polri menegaskan keselamatan seluruh personel tetap menjadi perhatian utama selama proses pencarian berlangsung.

 

“Kami memahami ada keluarga yang menunggu kepastian. Karena itu, pencarian akan terus dilakukan secara maksimal, terukur dan terpadu dengan tetap memperhatikan keselamatan seluruh personel yang berada di lapangan,” ujar Trunoyudo.

 

Polisi Dalami Penyebab Hilang Kontak

 

Di samping operasi SAR, Polri juga melakukan penyelidikan untuk mengetahui rangkaian kejadian sebelum KM Arupadatu 1 hilang kontak.

 

Subditgakkum Ditpolairud Polda Banten telah meminta keterangan dari sejumlah pihak, termasuk pemilik kapal, pekerja galangan kapal serta pihak yang berkaitan dengan proses docking dan perbaikan kapal.

 

Penyelidikan dilakukan secara paralel dengan pencarian. Namun, prioritas utama saat ini tetap menemukan delapan orang yang masih dinyatakan hilang.

 

Polri mengimbau masyarakat, nelayan maupun pihak lain yang mengetahui informasi mengenai keberadaan KM Arupadatu 1 atau delapan orang yang dicari agar segera melaporkannya kepada Basarnas, Polri atau aparat terkait.

 

Masyarakat juga diminta tidak melakukan pencarian secara mandiri dengan memasuki wilayah operasi SAR, terutama perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, tanpa koordinasi dengan petugas.

 

“Jika memiliki informasi, segera sampaikan kepada Basarnas, Polri atau aparat berwenang. Jangan mengambil tindakan sendiri karena kondisi laut dan kawasan Gunung Anak Krakatau memiliki risiko yang harus diperhitungkan,” pungkas Trunoyudo.

Share berita ini

Cakra Nusantara Post

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp